Nortis Jam 2026 Sukses Bekali Pelaku Usaha dengan Strategi AI Konkret untuk Bisnis
Lanskap bisnis modern menuntut kecepatan adaptasi luar biasa, khususnya dalam penerapan Kecerdasan Buatan (AI). Menyadari kebutuhan krusial ini, Nortis AI Academy sukses menggelar Nortis Jam 2026 yang bertajuk "Trend AI for Business 2026." Acara ini bukan sekadar seminar, melainkan sesi berbagi mendalam yang membekali ratusan peserta dengan peta jalan strategi AI aplikatif yang siap diimplementasikan untuk menghadapi tantangan bisnis di tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Selasa, 20 Januari 2026, melalui platform Zoom dan siaran langsung Youtube, menunjukkan komitmen Nortis AI untuk mendemokratisasi edukasi AI berkualitas. Selama dua jam penuh, para praktisi AI terkemuka membedah peran krusial AI sebagai penentu keberhasilan atau kegagalan bisnis. Fokus utama Nortis Jam 2026 adalah memberikan panduan jelas mengenai pemanfaatan AI, mulai dari otomasi proses, personalisasi pengalaman pelanggan, hingga penggunaan predictive analytics untuk mendukung pengambilan keputusan yang akurat.
Menjangkau Ekosistem Bisnis Se-Indonesia
Nortis Jam 2026 edisi pertama ini terbukti menjadi keputusan strategis dengan memilih format daring. Format ini mampu memangkas batasan geografis, memastikan bahwa pengetahuan strategis tentang AI dapat diakses oleh siapa pun di seluruh Indonesia. Dengan durasi yang efisien (dua jam), acara ini berhasil menjaga kedalaman materi sambil menghargai waktu para profesional.
Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dengan kehadiran lebih dari 80 founder, pemimpin bisnis, hingga profesional dari beragam industri. Keberagaman ini mencerminkan tingginya kesadaran bahwa transformasi AI adalah kebutuhan universal, bukan hanya milik korporasi besar. Peserta datang dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin meningkatkan efisiensi operasional, para pendiri startup yang mencari formula akselerasi pertumbuhan, hingga profesional korporat yang bertugas merancang strategi digital jangka panjang.
Peran Kunci CEO Nortis AI sebagai Moderator
Acara dibuka dan dimoderatori langsung oleh M. Ziaelfikar Albaba, CEO Nortis AI. Dikenal memiliki rekam jejak sukses dalam implementasi AI, peran Ziaelfikar sangat vital dalam menjembatani bahasa teknis para narasumber dengan kebutuhan praktis para peserta, memastikan setiap pembahasan tetap aplikatif.
Dalam sambutan pembukanya, M. Ziaelfikar Albaba menekankan, "Tahun 2026 adalah momentum kritis bagi ekosistem bisnis Indonesia. Kami di Nortis AI percaya bahwa kecepatan adaptasi teknologi AI akan menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang tertinggal. Melalui Nortis Jam 2026, kami tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi membangun komunitas pelaku bisnis yang siap bertransformasi bersama. AI bukan hanya tentang perangkat, tapi tentang pola pikir baru."
Wawasan Praktis dari Praktisi AI Terkemuka
Tiga praktisi AI yang berpengalaman di industri dihadirkan untuk memberikan perspektif komprehensif, mulai dari filosofi implementasi, aplikasi untuk UMKM, hingga strategi akselerasi pertumbuhan bisnis.
Ardi Imawan (DOT Indonesia AI): Pentingnya Pendekatan Humanis
Ardi Imawan, CTO DOT Indonesia AI, mengawali sesi dengan membedah kekhawatiran klasik mengenai AI. Ia menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman yang harus ditakuti, melainkan harus diimplementasikan dengan pendekatan humanis.
"Teknologi AI dirancang untuk menjadi partner kerja yang memperkuat kemampuan kita. Tugas utama AI adalah mengambil alih pekerjaan yang sifatnya repetitif dan rentan terhadap kesalahan manusia," ujar Ardi.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI dengan pendekatan humanis bertujuan untuk membebaskan tim dari pekerjaan rutin sehingga mereka dapat fokus pada hal-hal yang lebih strategis dan kreatif, seperti inovasi dan problem-solving kompleks yang membutuhkan kecerdasan emosional.
Rahmat Anggara (Qasir.id): AI untuk UMKM: Bukan Teknologi Mahal
Sektor UMKM seringkali merasa bahwa adopsi AI adalah sesuatu yang mewah. Rahmat Anggara, CEO Qasir.id, yang memiliki pengalaman melayani sektor ini, hadir untuk mematahkan mitos tersebut.
Anggara memberikan perspektif implementasi nyata yang sangat praktis. "UMKM Indonesia tidak boleh merasa bahwa AI adalah teknologi yang terlalu mahal atau rumit. Dengan perangkat yang tepat, bahkan warung kecil sekalipun bisa memanfaatkan AI untuk mengelola stok, memahami pola pembelian pelanggan, dan meningkatkan penjualan," tegas Anggara.
Ia mencontohkan bagaimana algoritma sederhana berbasis AI dapat menganalisis data penjualan harian dan memberikan rekomendasi restock yang akurat. Inilah kunci agar "bisnis kecil kita mampu bersaing di era digital," berbekal efisiensi dan analisis data yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar.
Aditya Rachmadi (Bikin Rindu): AI sebagai Akselerator Pertumbuhan Bisnis
Melengkapi wawasan dari sisi strategis, Aditya Rachmadi, CEO Bikin Rindu, menyoroti peran AI sebagai katalisator pertumbuhan. Menurutnya, AI harus digunakan untuk mencapai penskalaan bisnis secara cepat dan terukur.
"Membangun bisnis menggunakan AI itu bukan sekadar ikut tren, tapi juga harus cepat dan terukur. Dengan strategi yang tepat, AI bisa jadi akselerator nyata buat pertumbuhan bisnis," ujar Aditya.
AI membantu memangkas biaya waktu tunggu dan ketidakpastian, memungkinkan eksekusi strategi pemasaran yang lebih cepat, dan memvalidasi ide produk baru dengan analisis data masif. Dalam konteks Nortis Jam 2026, pemaparan ini menegaskan bahwa AI adalah senjata kompetitif untuk mencapai pertumbuhan eksponensial.
Membedah Tiga Pilar Strategi AI Aplikatif untuk 2026
Inti dari Nortis Jam 2026 adalah perumusan tiga pilar strategi AI yang dapat langsung diaplikasikan oleh para peserta untuk mengatasi tantangan bisnis di tahun 2026: efisiensi, retensi pelanggan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
1. Otomasi Proses Bisnis untuk Efisiensi Operasional
Pilar ini berfokus pada penghilangan tugas manual dan repetitif. Penerapan otomasi AI mencakup alur kerja administrasi HR, pemrosesan faktur, hingga screening awal CV pelamar.
Tujuan utama otomasi adalah mengurangi biaya operasional (cost reduction) dan meminimalkan kesalahan (human error). Misalnya, penggunaan chatbot AI dapat menangani 80% pertanyaan pelanggan umum, membebaskan tim layanan pelanggan untuk fokus pada kasus yang lebih kompleks dan bernilai tinggi.
2. Personalisasi Pengalaman Pelanggan (Customer Experience)
Pelanggan di era digital menuntut pengalaman yang unik dan relevan. AI menganalisis volume data pelanggan yang sangat besar—mulai dari riwayat pembelian hingga perilaku browsing—untuk menciptakan profil yang sangat detail.
Dengan wawasan ini, bisnis dapat melakukan:
- Rekomendasi Produk Sangat Personal: Memberikan saran produk yang spesifik berdasarkan konteks individu.
- Komunikasi Pemasaran Tepat Waktu: Mengirimkan notifikasi pada saat yang paling optimal bagi setiap pelanggan.
Personalisasi ini secara signifikan meningkatkan loyalitas pelanggan (customer retention), karena pelanggan merasa benar-benar dipahami oleh brand.
3. Predictive Analytics untuk Keputusan Bisnis yang Akurat
Pilar ketiga adalah mengganti spekulasi dengan prediksi berbasis data. Predictive analytics menggunakan algoritma machine learning untuk mengidentifikasi pola dan memprediksi hasil di masa depan.
Strategi ini memberikan kemampuan untuk:
- Peramalan Permintaan (Demand Forecasting): Memprediksi secara akurat kebutuhan stok, menghindari kerugian akibat overstock atau out-of-stock.
- Manajemen Risiko: Mengidentifikasi potensi risiko kredit atau tingkat pelanggan yang hilang (churn) sebelum hal itu terjadi.
- Optimasi Anggaran Pemasaran: Memprediksi saluran pemasaran mana yang akan memberikan return on investment (ROI) tertinggi.
Keputusan bisnis di tahun 2026 didasarkan pada probabilitas yang diperhitungkan secara ilmiah oleh AI, menjadikan langkah bisnis jauh lebih terukur dan minim risiko.
Komitmen Nortis AI Academy dan Akses Komunitas Eksklusif
Salah satu bagian paling dinantikan adalah sesi diskusi interaktif, di mana pertanyaan-pertanyaan peserta langsung menyentuh masalah implementasi praktis di lapangan. Hal ini menegaskan bahwa Nortis AI Academy hadir sebagai platform edukasi yang serius menjembatani kesenjangan antara pengetahuan AI dan aplikasi industrinya.
Benefit Eksklusif bagi Peserta
Peserta yang mengikuti sesi ini tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga dua benefit eksklusif. Pertama, mereka menerima e-certificate resmi yang memperkuat portofolio profesional.
Kedua, dan yang paling penting, mereka mendapatkan akses ke komunitas praktisi AI Nortis Academy (https://nortis.ai). Komunitas ini berfungsi sebagai jaringan eksklusif untuk terus belajar, bertukar pengalaman, mencari solusi atas masalah implementasi AI, dan membangun jejaring profesional dengan sesama pemimpin bisnis yang sedang dalam perjalanan transformasi digital.
Permintaan akan program lanjutan terlihat jelas dari tanggapan positif peserta. Seperti yang diungkapkan oleh Geraldina Ketrin, salah satu peserta dari Institut Asia Malang: "Saya sangat tertarik mengikuti program ini karena materinya sangat relevan. Saya bahkan menyarankan agar durasi penyampaian materi diperpanjang karena pembahasannya begitu mendalam dan aplikatif."
Nortis Jam 2026 telah memberikan perspektif yang lengkap tentang bagaimana AI bisa menjadi pengubah permainan (game changer), meningkatkan efisiensi operasional, dan membuka peluang revenue baru.
Bagi yang terlewat atau ingin mengetahui lebih detail mengenai strategi konkret yang dibahas, ulasan lengkap mengenai keberhasilan acara Nortis Jam 2026 dapat diakses melalui tautan berikut: Ulasan Lengkap Nortis Jam 2026.
Apakah Artikel Ini Bermanfaat?
Ayo, Dukung Mas Lanang supaya rajin ngonten bikin Tips and Trik atau artikel seputar ✅Digital Marketing, ✅SEO, ✅Desain, ✅Sosial Media
